Oleh: riyan17 | 17 Agustus 2011

Bekal Ramadhan

Bekal Iman dan Keyakinan

Puasa adalah sebuah perjuangan lahir dan batin. Hanya orang-orang yang beriman saja bisa melaksanakan puasa, menahan rasa haus dan lapar. Maka dalam Alqur’an firman Allah : Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu puasa sebagai telah diwajibkan kepada kaum sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa. Perintah puasa adalah panggilan iman; Wahai orang-orang yang beriman, begitu firman Allah. Jadi yang dipanggil adalah hati kita. Karena hanya dengan hati yang beriman orang bisa ikhlas melaksanakan perintah Allah, puasa. Kalau kita teliti dengan seksama secara fisik tidak ada perbedaan mendasar antara orang yang puasa dan yang tidak. Sama saja. Yang puasa kelihatan lemah lunglai karena lapar dan haus. Demikian juga orang yang tidak puasa. Maka orang yang tahu apakah manusia puasa atau tidak hanya Allah dan hati kita. Itulah puasa. Beda dengan ibadah yang lain seperti shalat. Kalau orang yang shalat dan tidak shalat pasti ketahuan bedanya

Bekal Kesabaran

Dalam melakukan ibadah wajib hukumnya untuk sabar dalam menghadapi segala bentuk cobaan apapun. Baik cobaan dari dalam diri kita atau dari luar kita. Tak terkecuali ibadah puasa. Secara lahir ( dari luar kita ) kita akan menghadapi situasi di mana merubah waktu makan kita ke waktu malam. Siang hari tidak maka dan malam hari boleh makan. Secara lahir tidak makan dan tidak minum pada siang hari merupakan sebuah cobaan. Cobaan lahir. Diperlukan kesabaran untuk tidak makan mulai imsak hingga saat berbuka puasa ( maghrib ). Menunggu saatnya tiba berbuka adalah pekerjaan yang memerlukan kesabaran. Menunggu selesainya puasa hingga akhir bulan juga merupakan pekerjaan yang harus mengedepankan kesabaran.

Sedangkan secara batin ( dari dalam diri kita ) orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa seperti mencaci maki saudara, marah, membicarakan kejelekan saudara seiman seagama, berbohong dan lain-lain. Kalau hal tersebut maka kita tidak akan mendapatkan pahala apa kecuali hanya haus dan lapar. Seperti sabda Nabi : Banyak yang melaksanakan puasa hanya tinggal lapar dan haus.

Bekal Kesehatan

Di bulan ramadhan, jagalah kesehatan. Merubah waktu makan kita ke waktu malam dalam beberapa hari masih memerlukan adaptasi. Untuk itu diperlukan kesehatan agar kita bisa melaksanakan puasa dengan baik. Sehat adalah faktor penting agar puasa kita berjalan dengan lancar. Nabi memang bersabda : Berpuasalah maka kamu akan sehat. Tak ada salahnya juga kan kita menghadapi puasa dengan bekal kesehatan yang prima.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: