Oleh: riyan17 | 12 Juni 2011

Manusia Yang Tidak Pernah Meminta Maaf

Dahulu kala ditepi sebuah lautan lepas, tepatnya dipantai laut hitam yang kaya akan ikan, tak heran jika masyarakat sekitar begitu makmur dan sejahtera karena perekonomian mereka yang amat bergantung dari hasil laut, hiduplah sepasang suami istri yang amat dipandang masyarakat sekitar karena kearifan dan kebaikan pasangan suami istri tersebut.

sang suami amat menyayangi istrinya, sehingga sebesar apapun kesalahan yang dilakukan oleh istrinya selalu mendapat kata maaf dari dirinya. hal ini selalu menjadi senjata sang istri untuk selalu mengulangi kesalahan yang sama, bahkan setiap kesalahan itu diulangi istrinya , pada saat sitrinya memeinta maaf, pada saat itu juga maaf tersebut diberikan oleh suaminya.

hal ini selalu terjadi berulang kali tanpa diketahui oleh masyarakat, karena masyarakat menganggap bahwa keluarga tersebut adalah keluarga panutan yang tidak memiliki masalah apapun dan kejanggalan apapun.

hingga pada suatu pagi yang cerah, sebelum sang suami pergi kelaut untuk menangkap ikan, ia berpesan kepada istrinya : ” istriku, sebelum kelaut nanti, tolong buatkan bekalku dengan panggang ikan seperti dulu pernah kau buat, enak sekali rasanya”. sang istri berlalu tanpa menjawab kata – kata suaminya, namun sang suami yakin kalau istrinya pasti akan membuat bekal sesuai dengan permintaannya.

beberapa waktu berselang, para nelayan lain sudah turun kelaut, tapi sang suami masih menunggu istrinya dengan bekal pesanannya tadi, sementara sang istri didalam rumah bukannya membuat bekal sang suami, tapi malah tertidur pulas, ia beranggapan bahwa tanpa membuat bekalpun, suaminya tidak akan mencercanya dengan kemarahan, dan pasti memaafkannya.

akhirnya sang suami masuk kerumah, melihat istrinya tertidur, iapun pergi kelaut tanpa pamit karena rasa sayang dan takut kalau istrinya terganggu.

ternyata dilaut terjadi badai dahsyat, seluruh nelayan yang turun kelaut tidak ada yang kembali lagi kepantai, termasuk sang suami yang tadi turun kelaut. mengetahui bahwa suaminya juga kelaut dari tetangganya, dan tidak kembali lagi setelah badai yang besar, tahulah sang istri bahwa sang suami telah meninggal dilaut karena badai yang terjadi, tangis sang istripun meledak, sampai ia pingsan dan ditolong oleh para tetangganya, ia begitu terpukul dengan kepergian suami yang begitu menyayanginya, yang tak pernah marah dengan kesalahannya, yang selalu memberikan maaf atas kesalahan-kesalahannya.

singkat cerita tidak ada seorang wargapun yang tahu kalau sang istri sudah meninggal didepan pintu rumahnya, karena sosok tersebut meninggal dalam posisi duduk sama dengan hari lain ketika ia menanti kembalinya kasih sayang suaminya dan terus menunggu suaminya untuk mengucapkan kata maaf yang tak pernah kunjung bisa ia ucapkan lagi.

(Diterjemahkan Oleh Riyan17. dari The legend Of Night wife)


Responses

  1. pak sediain dong forum diskusi buat mahasiswa STIE,,,biar saling komunikasi dan saling berbagi.,.hehehehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: