Oleh: riyan17 | 30 Maret 2010

TUJUAN DALAM RENCANA ORGANISASI

1. Maksud Dari Tujuan Organisasi

Tujuan (goal) adalah keadaan yang diharapkan di masa depan yang berusaha direalisasikan organisasi. Tujuan ini penting sifatnya karena organusasi didirikan untuk maksud tertentu dan tujuan dibuat untuk mendefinisikan dan menyatakan maksud tersebut.

Tujuan organisasi berfungsi sebagai berikut :
1. Legitimasi (Legitimacy). Misi sebuah organisasi menggambarkan apa yang dilakukan dan alasan keberadaan organisasi tersebut. Hal ini melambangkan legitimasi kepada pihak eksternal seperti investor, pelanggan dan pemasok. Misi membantu mereka dan masyarakat local memandang perusahaan secara positif dan karena itu menerima keberadaan perusahaan. Misi yang kuat juda memberikan dampak bagi karyawan, membuat mereka berkomitmen terhadap organisasi karena pengidentifikasian diri mereka atas tujuan dan alasan keberadaan perusahaan secara keseluruhan

2. Sumber motivasi dan komitmen (Source of Motivation and commitment). Tujuan memfasilitasi identifikasi karyawan dan organisasi dan membantu memotivasi mereka dengan mengurangi ketidak pastian serta mengklafikasi apa yang harus mereka capai. Kurang jelasnya tujuan dapat merusak motivasi dan komitmen karyawan.

3. Panduan untuk Tindakan (Guides to Action). Tujuan memberikan arah. Kedua hal ini memfokuskan perhatian pada target tertentu dan mengarahkan usaha karyawan menuju hasil yang berguna.

4. Pengambilan Keputusan yang Rasional (Rational for Decisions). Melalui penentuan tujuan para manajer belajar tentang apa yang hendak dicapai organisasi. Mereka dapat membuat keputusan untuk menjamin bahwa kebijakan internal, peran, kinerja, struktur , produk dan pengiriman akan dilakukan sesuai

5. dengan hasil yang diharapkan. Keputusan organisasi akan sejalan dengan rencana.

6. Standar Kinerja (Standard of Performance). Karena tujuan menjelaskan hasil yang diharapkan organisasi, maka tujuan juga berfungsi sebagai kriteria kinerja. Tujuan memberikan standar penilaian

2. Misi Dan Tujuan Organisasi

Dipuncak hierarki tujuan , terdapat misi (mission), alas an keberadaan organisasi tersebut. Misi menggambarkan nilai, aspirasi dan alas an organisasi tersebut ada. Misi yang dijelaskan dengan baik adalah dasar dari pengembangan tujuan dan rencana selanjutnya. Tanpa misi yang jelas, tujuan dan rencana akan dibuat tanpa pertimbangan matang dan tidak membawa organisasi kearah yang seharusnya.

Pernyataan misi (mission statement) yang formal merupakan penjelasan yang dinyatakan secara umum tentang skala usaha dan operasi yang membedakan organisasi dengan organisasi lain di bidang yang sama. Isi dari pernyataan misi sering berfokus pada pasar dan pelanggan serta mengidentifikasikan usaha di bidang yang diinginkan.Sejumlah pernyataan misi menggambarkan karakteristik perusahaan , seperti nilai perusahaan, kualitas produk yang dihasilkan, fasilitas lokasi, dan perilaku terhadap karyawan. Dengan adanya pernyataan misi tersebut, para karyawan, pelanggan, pemasok dan pemegang saham memahami tujuan dan nilai yang dinyatakan perusahaan.

3. Kriteria Tujuan Yang Efektif
Untuk menjamin bahwa penentuan tujuan bermanfaat bagi organisasi, sejumlah karakteristik tertentu dan petunjuk harus digunakan, antara lain :

– Spesifik dan Terukur (specific and measurable). Jika memungkinkan, tujuan harus ditampilkan dalam bentuk kuantitatif. Memang tidak semua tujuan dapat digambarkan dalam bentuk angka, namun tujuan yang tidak jelas memiliki pengaruh motivasi yang kecil bagi karyawan.Sesuai keperluan, tujuan bersifat kualitatif sekaligus kuantitatif, khususnya pada organisasi di tingkat atas. Hal yang penting adalah tujuan dapat dibuat dengan akurat dan member ruang bagi kemajuan yang terukur.
– Menyentuh Area Penting (cover key result areas). Manajer diharapkan mengidentifikasi sejumlah area penting. Area penting merupakan kegiatan yang memberi kontribusi terbanyak bagi kinerja perusahaan. Banyak perusahaan menggunakan pendekatan berimbang untuk penentuan tujuannya.
– Menantang Namun Tetap Realistis (challenging but realistic). Tujuan seharusnya bersifat menantang namun tidak sulit dicapai dengan akal sehat. Jika tujuan bersifat tidak realistis, maka karyawan akan menuju kegagalan dan akan menurunkan moral karyawan. Namun, jika tujuan terlalu mudah karyawan tidak akan merasa termotivasi. Tujuan yang direntangkan merupakan tujuan yang sangat ambisius namun tetap realistis sehingga menantang karyawan untuk mencapai standard. Kunci dari tujuan yang direntangkan tersebut adalah untuk menjamin bahwa tujuan disusun berdasarkan sumberdaya yang ada, dan bukannya diluar sumberdaya waktu, peralatan atau keuangan yang dimiliki departemen.
– Jangka Waktu yang Jelas (Defined Time Period). Tujuan harus merinci jangka waktu pencapaian. Jangka waktu menyatakan tanggal tujuan tersebut dicapai.Misalnya, tujuan penjualan srtategis dapat di tetapka untuk jangka waktu hingga tiga tahun, dengan target tertentu.
– Dikaitkan Dengan Kompensasi (linked to reward). Dampak akhir dari tujuan tergantung dari sejauh mana gaji mengalami peningkatan, promosi dan penghargaan yang didasarkan pada pencapaian tujuan. Siapa saja yang mencapai tujuan harus diberi penghargaan. Penghargaan memberi arti dan kaitan dengan tujuan serta membantu karyawan berkomitmen untuk mencapainya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: