Oleh: riyan17 | 30 Maret 2010

PENGORGANISASIAN

  1. 1. Konsep Dasar Pengorganisasian

Organisasi dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk merealisasikan tujuan bersama. Dengan demikian maka dalam suatu organisasi minimum mangandung tiga elemen yang saling berhubungan, yaitu :

  1. Sekelompok Orang, adanya sekelompok orang yang menggabungkan diri dengan suatu ikatan norma, peraturan, ketentuan, dan kebijakan yang telah dirumuskan dan masing-masing pihak siap untuk menjalankan dengan penuh tanggung jawab.
  1. Interaksi dan kerjasama, bahwa dalam suatu organisasi yang terdiri atas  sekelompok orang tersebut saling mengadakan hubungan timbal balik, saling memberi dan menerima, dan juga saling bekerja sama untuk melahirkan dan merealisasikan maksud (purpose), sasaran (objective), dan tujuan (goal).

3.,  Tujuan bersama, bahwa dalam suatu organisasi yang terdiri atas sekelompok orang yang saling berinteraksi dan bekerjasama tersebut di arahkan pada suatu titik tertentu, yaitu tujuan bersama dan ingin direalisasikan.

Empat Pilar Dalam Pengorganisasian :

Sebagaimana dikemukakan oleh Stoner, Freeman, dan Gilbert (1995) ada empat pilar (building block) yang menjadi dasar untuk melakukan proses pengorganisasian, keempat pilar tersebut  adalah   pembagian kerja (devision of work),  pengelompokkan  pekerjan (departementalization), penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (hierarchy), serta penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktivitas antar bagian dalam organisasi atau koordinasi (coordination).

Pilar Pertama : Pembagian Kerja (Division Of  Work)

Merupakan upaya untuk menyederhanakan dari keseluruhan kegiatan dan pekerjaan yang mungkin saja bersifat kompleks menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap orang akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan yang sederhana dan spesifik tersebut.

Pilar Kedua : Pengelompokkan Pekerjaan (Departementalization)

Setelah pekerjaan dispesifikkan, maka kemudian pekerjaan-pekerjaan tersebut dikelompokkan berdasarkan criteria tertentu yang sejenis.

Pilar Ketiga : Penentuan Relasi Antarbagian dalam Organisasi (Hierarchy)

Setelah pekerjaan dikelompokkan atau di Departemenkan, kita mungkin bertanya-tanya berapa banyak pekerjaan yang perlu dikelompokkan untuk setiap bagian atau departemen dan berapa banyak orang yang dibutuh menyangkut span of management control. Span of management control terkait dengan jumlah orang atau bagian di bawah suatu departemen yang akan bertanggung jawab kepada departemen atau bagian tertentu.

Pilar Keempat : Koordinasi (Coordination)

Pilar terakhir dari proses pengorganisasian adalah koordinasi. Setelah pekerjaan dibagi, ditentukan bagian-bagiannya, hingga ditentukan hierarki organisasinya, maka langkah berikutnya adalah bagaimana agar pembagian kerja yang telah dilakukan beserta penentuan desain organisasinya berjalan secara efektif dan efisien. Disinilah peran dari koordinasi diperlukan sebagai pilar terakhir dari pengorganisasian. Sebagaimana menurut  Stoner, Freeman, dan Gilbert, Koordinasi adalah proses dalam mengintegrasikan seluruh aktifitas dari berbagai departemen atau bagian dalam organisasi agar tujuan organisasi bisa tercapai secara efektif.

  1. 2. Struktur Organisasi

Stoner dan Wankell, membatasi bahwa struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antarbagian komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan, Struktur organisasi juga menunjukkan hierarki dan struktur otoritas organisasi serta memperlihatkan hubungan pelaporannya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi rancangan struktur organisasi adalah :

  1. Strategi dan struktur organisasi, strategi akan menentukan bagaimana jalur wewenang dan saluran komunikasi diatur antara para manajer dan sub unit. Strategi akan mempengaruhi informasi yang mengalir di sepanjang jalur tersebut, serta mekanisme perencanaan dan pengambilan keputusan.
  1. Teknologi sebagai faktor penentu struktur, bentuk teknologi yang digunakan oleh suatu organisasi tertentu untuk menghasilkan produknya (atau metode penawaran jasa) juga mempengaruhi cara pengaturan organisasi.

Manusia sebagai faktor penentu struktur. Para manajer mengambil keputusan yang berhubungan dengan jalur komunikasi serta hubungan antara unit-unit kerja.Dalam membuat keputusan para manajer dipengaruhi oleh kebutuhan mereka sendiri dan kecendrungan lingkungan kerja mereka.

  1. Ukuran dan struktur, baik ukuran organisasi secara menyeluruh maupun ukuran sub-sub unitnya akan mempengaruhi struktur. Organisasi yang lebih besar cendrung memiliki spesialisasi aktivitas yang lebih luas dan prosedur yang lebih formal

Dalam mendesain organisasi yang sekaligus menggambarkan suatu struktur organisasi khususnya dalam proses departementalisasi ada beberapa pendekatan, yaitu berdasarkan Fungsional, berdasarkan produk, berdasarkan pelanggan, berdasarkan geografis dan berdasarkan matriks

–          Pendekatan Fungsianal/Struktur Organisasi Fungsional

Penentuan sub-subbagian dari organisasi atau proses departementalisasi adalah berdasar kan fungsi – fungsi (functional departementalization) tertentu yang mesti dijalankan dalam sebuah organisasi. Dalam organisasi bisnis misalnya, ada pekerjaan yang terkait dengan produksi, pemasaran, keuangan, SDM, dsb.

–          Pendekatan Produk/ Struktur Organisasi Produk

Berdasarkan pendekatan ini, penentuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan jenis produk yang dibuat oleh organisasi. Misalnya PT. ABC memiliki beberapa jenis produk : susu, sabun mandi, pasta gigi hingga mi instan.

–          Pendekatan Pelanggan

Berdasarkan pendekatan ini, penentuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan karakteristik pelanggan yang menjadi sasaran dan organisasi. Contoh Sabun mandi PT. ABC tadi tidak hanya satu tetapi ada sabun mandi untuk bayi, anak-anak, remaja dan dewasa

–          Pendekatan Geografis

Berdasarkan pendekatan ini, penentuan bagian-bagian dalam organisasi ditentukan berdasarkan wilayah geografis dimana organisasi beroperasi. Jika PT. ABC memuliki daerah penjualan di empat daerah, misalnya : Jakarta, Bandung, Makassar dan Medan.

–          Pendekatan Matriks

Pendekatan departementasi terakhir adalah pendekatan matriks. Pendekatan ini pada dasarnya merupakan proses departementalisasi yang menggabungkan antara pendekatan fungsional dengan pendekatan lain, misalnya berdasarkan proyek tertentu, produk tertentu. Pada pendekatan ini tenaga kerja tidak saja bertanggung jawab dan berkoordinasi kepada atasan fungsionalnya saja, tetapi juga kepada pimpinan proyek dimana dia terlibat.

  1. 1. Struktur Organisasi Formal dan Informal
  • Yang termasuk ke dalam Struktur organisasi formal  adalah struktur-struktur organisasi yang telah dibicarakan di atas,  antara lain : struktur organisasi fungsional, struktur organisasi produk/pasar, struktur organisasi pelanggan, geografis, matriks.
  • Hubungan-hubungan yang berlangsung dalam organisasi tentu saja tidak hanya terbatas pada hal-hal yang secara resmi yang digambarkan dalam bagan organisasi formal. Para manajer selamanya menyadari bahwa organisasi informal hidup berdampingan dengan organisasi formal. Organisasi informal berkembang tidak lain sebagai perwujudan kebutuhan pribadi dan kelompok dari warga perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: