Oleh: riyan17 | 30 Maret 2010

MANAJEMEN KOPERASI

5.1. Manajemen Koperasi Tradisional

Manajemen merupakan salah stu bagian penting dari organisasi koperasi. Berhasil tidaknya sustu koperasi sangat tergantung pada mutu dan kerja dalam bidang manajemennya.Setiap usaha kerjasama harus ada seorang pejabat atau lebih yang memipmpin segenap proses penyelenggaraan dalam usaha kerjasama itu. Pejabat ini disebut manejer.

Selanjutnya, dalam hal kita mau memberikan batasan tentang apakah manajemen koperasi itu , kita harus memperhatikan 3 hal, yaitu :

  1. Apa yang menjadi tujuan koperasi
  2. Azas-azas koperasi
  3. A zas manajemen usaha, karena koperasi adalah organisasi ekonomi.

5.2. Manajemen Koperasi Modern

Memang manajemen koperasi mempunyai sifat-sifat yang khusus, tidak ditemukan pada perseroan terbatas, yang semuanya ini bersumber pada sifat-sifat khusus dari tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh koperasi. Sifat-sifat khusus yang tidak ditemukan pada perseroan terbatas tersebut diantaranya adalah :

  1. Tidak semata-mata mencari keuntungan, tetapi  mengutamakan pemberian pelayanan kepada anggota-anggotanya.
  2. Agar pengendalian koperasi tetap berada ditangan anggota sebagai perwujudan dari sifat demokrasi dari koperasi dan menghindari terjadinya konsentrasi kekuasaan beberapa tangan.

5.3. Ciri Ganda Koperasi

Sebagaimana tlah ditetapkan, koperasi itu mempunyai cirri ganda, dalam arti bahwa koperasi itu mengandung unsure ekonomi dan unsure social.

Sebagaimana kita ketahui Undang-undang No.25 / 1992, pasal 30 butir 1a telah mngatur tugas dari pengurus, dikatakan bahwa pengurus yaitu mengelola koperasi dan usahanya. Dalam pasal 32 dikatakan bahwa pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha. Tetapi selanjutnya dikatakan bahwa dengan pemberian kuasa pada pengelola usaha koperasi, tidaklah berarti ini akan mengurangi tanggung jawab pengurus sebagaimana ditentukan dalam pasal 31.

Ciri ganda koperasi Indonesia yang berarti bahwa koperasi itu mengandung unsure ekonomi dan unsure social, maka yang menjadi masalah adalah bagaimana mengimplementasikan cirri ganda tersebut secara operasional dalam manajemen koperasi. Kedua unsure tersebut secara terpisah dan secara singkat perlu dicatat bahwa tentang unsure social yang terkandung dalam organisasi koperasi bukanlah sesuatu yang bersipat kedermawanan. Yang perlu dipermasalahkan adalah bagaimana mengimplementasikan unsure tersebut dalam operasionalnya, terutama dalam kaitannya dengan pembagian tugas dan tanggung jawab antara pengurus dan manejer


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: