Oleh: riyan17 | 12 Maret 2010

PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI

4.1. Rapat Anggota

Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Tetapi bukan berarti rapat anggota bersifat tak terbatas. Kekuasaan tertinggi suatu rapat anggota tetap ada batasnya yaitu prinsip koperasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga misalnya rapat anggota mengambil keputusan yang bertentangan dengan prinsip koperasi dan perundang-undangan yang berlaku maka keputusan itu akan gugur.

Menurut pasal 23 Undang-undang Nomor 25 tahun 1992, rapat anggota menetapkan :

  1. Anggaran dasar
  2. Kebijaksanaan umum
  3. Pemilihan,pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawasan
  4. Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta pengesahan laporan keuangan
  5. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
  6. Pembagian sisa hasil usaha
  7. Penggabungan,peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi

Rapat anggota koperasi berhak meminta keterangan dan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas mengenai pengelolaan koperasi. Rapat anggota ini diadakan sedikitnya sekali dalam setahun.

Rapat anggota koperasi dibedakan 2 macam, yaitu rapat anggota biasa dan rapat anggota luar biasa.

  1. Rapat anggota biasa adalah rapat anggota tahunan dengan tujuan untuk mengesahkan pertanggung jawaban pengurus. Batas waktu penyelenggaraan rapat anggota tahunan ini yaitu paling lambat enam bulan setelah tahun buku lampau, namun demikian dalam pelaksanaannya diusahakan secepatnya.
  2. Rapat anggota luar biasa adalah rapat anggota yang diadakan apabila dalam keadaan mengharuskan adanya keputusan segerayang wewenangnya ada pada rapat anggota. Rapat anggota luar biasa ini dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota koperasi atau atas keputusan pengurus yang pelaksanaaannya diatur dalam anggaran dasar.

1)      Permintaan rapat anggota luar biasa oleh anggota dilakukan karena berbagai alasan, terutama apabila anggota menilai bahwa pengurus telah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan koperasi dan menimbulkan kerugian terhadap koperasi. Jika permintan tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar, maka pengurus harus memenuhinya.

2)      Rapat anggota luar biasa atas keputusan pengurus biasanya dilaksanakan untuk kepentingan pengembangan koperasi.

Tugas dan Peran Rapat Anggota

Tugas dan peran dari rapat anggota dapat dirumuskan sebagai beikut :

1)      Mengesahkan / menetapkan penyusunan dan perubahan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga, sesuai dengan keputusan-keputusan rapat.

2)      Memilih,mengangkat dan memberhentikan anggota pengurus dan pengawas

3)      Memberikan persetujuan atas  perubahan dalam masalah struktur permodalan organisasi dan arah kegiatan-kegiatan usahanya.

4)      Mensyaratkan agar pengurus, menejer dan karyawan memahami ketentuan dalam anggaran dasar.

5)      Menetapkan / mengesahkan rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja organisasi.

6)      Menetapkan sisa hasil usaha

7)      Menetapkan penggabungan, pemecahan dan pembubaran organisasi

8)      Memberikan penilaian terhadap pertanggung jawaban pengururs: menerima atau menolak.

4.2.  Pengurus

Pengurus dalam kopersai mempunyai kedudukan yang sangat menentukan bagi keberhasilan koperasi sebagai organisasi ekonomi yang berwatak social.pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Bagi koperasi yang beranggotakan badan-badan hokum koperasi. Masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun, tentang persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi anggota pengurus ditetapka dalam anggaran dasar.

Menurut pasal 30 Undang-undang Nomor 25 / 1992 tentang perkoperasian, tugas dan wewenang pengurus adalah sebagai berikut :

1)      Mengelola koperasi dan usahanya

2)      Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggran pendapatan dan belanja koperasi

3)      Menyelenggarakan rapat anggota

4)      Mengajukan laporan keuangan dan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas

5)      Memelihara daftar buku anggota dan pengurus, sedangkan pengurus berwenang a.   mewakili koperasi didalam dan diluar pengadilan

  1. memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta memberhentikan anggota sesuai dengan ketentuan anggaran dasar
  2. melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung jawannya dan keputusan rapat anggota.

Wewenang Pengurus

1)      mewakili kopersai di dalam dan di luar negeri

2)      memutukan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar

3)      melakukan tindakan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan rapat anggota

Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus

1)      mengelola organisasi dan usaha koperasi

sebagai pihak yang dipercaya oleh rapat anggota untuk mengelola organisasi dan usaha koperasi, pengurus kopeasi harus berusaha menjalankan semua kebijakan dan rencana kerja yang telah disepakati oleh rapat anggota.

2)      memelihara buku daftar anggota

Pengurus koperasi berkewajiban menyelenggarakan administrasi yang teratur dan sistematis mengenai segala hal yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan oleh koperasi

3)      menyelenggarakan rapat anggota

Berbekal pengalaman selama menjadi pengurus, maka para pengurus koperasi seharusnya memiliki bekal yang cukup untuk menyelenggarakan rapat anggota koperasi

4)      mengajukan laporan pelaksanaan tugas dan laporan keuangan koperasi

5)      mengajukan rencana kerja dan rancangan anggaran pendapatan dan belanja kopeasi.

4.3. Pengawas

Sesuai dengan UU No 25 / 1992, keberadaan lembaga pengawas pada struktur organisasi koperasi bukan merupakan sesuatu yang diwajibkan.artinya pengawasan pada koperasi pada dasarnya dilakukan secara langsung oleh para anggota,tidak semua koperasi lembaga khusus yang bertugas melakukan pengawasan.

Pengawasan adalah merupakan salah stu fungsi dari manajemen. Beberapa buku menggunakan istilah pengendalian untuk fungsi ini. Dalam Undang-undang Nomor 25 / 1992 pasal 29 dikatakan :

Pengawasan yang bertujuan untuk mencegah kesalahan yang mungkin adalah lebih bijaksana daripada memberi hukuman dan peringatan. Jadi tugas pengawas  (pasal 39 UU No 25 / 1992) ayat 1:

1)      melakukan  pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi

2)        membuat laopran tertulis tentang hasil pengawasannya. Juga pengawal mempunyai wewenang, ayat (2): (a) meneliti catatan yang ada pada koperasi; dan (b) mendapatkan segala keterangan yang diperlukan

Fungsi Pengawas

Sesuai dengan namanya, pengawas koperasi pada dasarnya memiliki fungsi sebagai berikut :

(2)   Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan koperasi oleh pengurus.

(2)   Membuat laporan tertulis mengenai hasil pengawasan yang telah dilakukan dan menyampaikannya kepada rapat anggta.

Wewenang Pengawas

Sehubungan dengan pelaksanaan pengawasan, pengawasemiliki wewenang untuk meminta keterangan yang diperlukan dari pengurus koperasi atau pihak-pihak lain yang dianggap perlu.

Masa Jabatan Pengawas

Sebagaimana halnya dengan masa jabatan pengurus, masa jabatan pengawas diatur  secara rinci dalam anggaran dasar koperasi. Dalam preaktek, beberapa koperasi mengatur metode penggantian anggota pengawas secara bertahap. Tindakan ini pada umumnya didasarkan pada pertimbangan untuk menjaga agar diantara anggota pengawas  senantiasa ada seorang atau beberapa orang yang menguasai masalah – masalah  penting yang pernah terjadi sebelumnya.


Responses

  1. terima kasih Pak Syafrizal,bahan kuliahnya sangat membantu kami untuk belajar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: