Oleh: riyan17 | 23 Februari 2010

MATERI MANAJEMEN KOPERASI

1.1.  Pengertian Organisasi koperasi

Pengertian koperasi dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pengertian umum dan menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Pengertian  secara  umum :  Koperasi  adalah  suatu  perkumpulan  yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota, dengan bekerjasama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan para anggotanya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian di

berikan pengertian sebagai berikut : Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan

orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Inti dari pengertian koperasi tersebut diatas dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Koperasi Sebagai Badan Usaha

Koperasi sebagai organisasi ekonomi yg berwatak sosial harus mampu menjalan  kegiatannya secara seimbang, jangan sampai kegiatan ekonominya tidak diisi dan hanya di landasi oleh nilai-nilai kemasyarakatan tertentu.

Sebagai badan usaha, koperasi adalah sebuah perusahaan yang harus mampu berdiri sendiri menjalankan kegiatan usahanya mendapatkan laba. Sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya para anggota-anggotanya.

  1. Beranggotakan Orang-orang

Pengaruh dan penggunaan modal jangan mengurangi arti koperasi Indonesia. I

Ini berarti koperasi harus benar-benar mengabdikan kepada perikemanusiaan

dan bukan kepada kebendaan.

  1. Asas Kekeluargaan

Koperasi harus menyadari bahwa di dalamnya terdapat kepribadian Indonesia.

Asas kekeluargaan mencerminkan adanya kesadaran dari hati nurani manusia

untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi : oleh semua, untuk semua di

bawah pimpinan pengurus yang dipilih anggota atas dasar keadilan, kebenaran

dan keberanian berkorban bagi kepentingan bersama.

1.2.  Ciri-ciri Pokok Koperasi Indonesia

Dari pengertian yang telah dipaparkan di muka maka beberapa cirri pokok berikut haruslah nampak di dalam koperasi, antara lain :

  1. Koperasi Indonesia adalah kumpulan orang-orang dan bukan kumpulan modal.

Ini berarti bahwa koperasi Indonesia harus benar-benar mengabdikan kepada

perikemanusiaan bukan peri kebendaan.

  1. Koperasi Indonesia bekerjasama, bergotong royong berdasarkan persamaan

derajat, hak dan kewajiban yang berarti koperasi seharusnya adalah merupakan

wadah demokrasi ekonomi dan social

  1. Segala kegiatan koperasi Indonesia harus didasarkan atas kesadaran para anggota

Dalam koperasi tidak boleh ada paksaan, ancaman, intimidasi dan campur tangan

dari pihak lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan internal koperasi.

  1. Tujuan koperasi Indonesia harus benar-benar merupakan kepentingan bersama

dari para anggotanya dan tujuan tersebut dicapai berdasarkan karya dan jasa yang

disumbangkan para anggota masing-masing.

1.3.  Pentingnya Manajemen Koperasi

Manajemen merupakan salah satu bagian penting dari organisasi koperasi. Berhasil tidaknya suatu koperasi sangat tergantung pada mutu dan kerja  manajemennya. Apabila

orang-orang dalam manajemen ini memiliki kejujuran, kecakapan dan giat dalam bekerja

maka besarlah kemungkinannya koperasi akan maju pesat atau setidak-tidaknya tendensi untuk terjadinya kebangkrutan dapat ditanggulangi dan sebaliknya.

Manajemen memang bukanlah satu-satunya unsur yang menentukan gagal tidaknya

suatu usaha, tetapi  bagaimanapun  orang-orang  yang dalam manajemen ini mempunyai peranan penting. Lebih-lebih   dalam  organisasi  koperasi  yang bukan kumpulan modal

uang melainkan kumpulan orang-orang. Sehingga dari sekian banyak koperasi yang gagal banyak diantaranya yang disebabkan oleh kekacauan dalam bidang manajemen.

Setiap usaha kerjasama harus ada seorang pejabat atau lebih yang memimpin segenap proses penyelenggaraan dalam usaha kerjasama yang desebut dengan  manajer.

Dalam proses penyelenggaraan usaha kerjasama, manajer itu melakukan pekerjaan dari dua segi :

1). Menggerakkan orang-orang, yaitu mendorong, memimpin, menjuruskan, menertibkan

orang-orang agar melakukan perbuatan-perbuatan dalam menuju kea rah tercapainya

tercapainya tujuan yang telah ditentukan dalam usaha kerjasama itu.

2). Mengarahkan fasilitas, yaitu menghimpun, mengatur, memelihara dan mengendalikan

alat, benda, uang dan metode kerja serta peralatan apapun yang diperlukan untuk

menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dalam usaha kerja sama itu.

Dalam menggerakkan orang-orang dan mengerahkan fasilitas, manager melakukan lima pola perbuatan : perencanaan, pembuatan keputusan, pembimbingan, pengorganisasian, pengendalian.

  1. Perencanaan

Menentukan terlebih dahulu hal-hal yang harus dikerjakan dan cara mengerjakan

nya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Pembuatan keputusan

Melakukan pemilihan diantara berbagai kemungkinan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan, pertentangan-pertentangan dan keragi-raguan yang timbul dalam proses penyelenggaraan usaha kerja sama itu.

  1. Pembimbingan

Memerintah, menugaskan, memberi arah dan menuntut bawahan untuk melaksana

kan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.

  1. Pengkoordinasian

Menghubung-hubungkan, menyelaraskan orang-orang dan pekerjaannya sehingga semua berlangsung secara tertib dan seirama menuju kearah tercapainya tujuan tanpa terjadinya kekacauan, percekcokan atau kekosongan kerja.

  1. Pengendalian

Melakukan kegiatan pemeriksaan, mencocokkan & mengusahakan agar pekerjaan

pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan hasil yang dikehendaki.

Manajemen merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap organisasi. Sebagaimana di ketahui  hakikat  manajemen  adalah  mencapai  tujuan melalui tangan orang lain. Pencapaian tujuan melalui tangan orang lain itu dilakukan oleh manajemen dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yaitu fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Dengan demikian, keberhasilan manajemen sebuah organisasi akan sangat tergantung pada pelaksanaan masing-masing fungsi tersebut.

Koperasi sebagai bentuk badan  usaha  yang  bergerak di bidang perekonomian, mempunyai tatanan manajemen  yang  berbeda  dengan  badan usaha non koperasi. Perbedaan  tersebut  terletak  pada  asas  koperasi  yang  bersifat   demokratis dimana pengelolaan koperasi adalah dari. Oleh dan untuk anggota. Karena itu dalam tatanan

manajemen koperasi Indonesia mempunyai unsur-unsur : Rapat anggota, pengurus, pengawas dan manajer.

Dalam manajemen koperasi kekuasaan tertinggi adalah di tangan Rapat Anggota, sebab koperasi adalah organisasi diri, oleh dan untuk anggota. Karena rapat anggota yang pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan organisasi dengan sendirinya tidak dapat

mengelola kegiatan-kegiatan koperasi. Baik pengurus maupun pengawas dipilih oleh anggota-anggota dan bertindak untuk dan atas nama anggota.

Seperti badan usaha lainnya, koperasi juga akan menghadapi berbagai persoalan

dalam mencapai tujuan. Sebagian besar tugas manajemen adalah memecahkan persoalan persoalan itu dan membuat keputusan yang akan menuju sasaran yang dikehendaki.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: